Jumat, 03-04-2026
  • Cinta Allah, Rindu Rasul, Sayang Sesama, Profesional Mengabdi Untuk bangsa

Siswa SMK Tembus PTN Kesehatan Lewat Jalur Rapot dan Raih KIP Kuliah ; pembuktian slogan SMK BISA, Bisa kerja, bisa  wirausaha dan bisa melanjutkan

Diterbitkan : - Kategori : Berita

Limpung – Selama ini, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) kerap dipandang sebagai jalur instan untuk langsung bekerja. Namun, pandangan itu perlahan terbantahkan. Seorang siswa SMK di batang baru-baru ini membuktikan bahwa lulusan vokasi mampu bersaing ketat masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit, khususnya di bidang kesehatan, melalui jalur seleksi prestasi akademik (nilai rapot) sekaligus mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Prestasi membanggakan ini diraih oleh 3 siswa lulusan SMK Al Sya’iriyah Limpung jurusan  Kesehatan / Farmasi. Ia resmi diterima di  kampus Negeri Poltekkes Kementerian kesehatan (Kemenkes) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) —yang sebelumnya dikenal sebagai jalur undangan rapot—tanpa harus melalui ujian tulis. Bahkan tembus melalui jalur beasiswa

Kepala  SMK Al Sya’iriyah Limpung, Hamam Nasrudin, mengungkapkan kebanggaannya. Menurutnya, ini adalah bukti bahwa kurikulum vokasi yang menggabungkan praktik dan teori tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. terlebih lagi, ini sebagai bukti bahwa lulusan SMK benar- benar siap segalanya. siap untuk bekerja, berwirausaha dan melanjutkan ke perguruan tinggi dan bahkan siap bersaing melalui jalur ter ektrim pun.

“Ini adalah angin segar bagi dunia pendidikan kejuruan. Selama ini orang tua khawatir jika memasukkan anaknya ke SMK, pintu ke PTN akan tertutup. Faktanya, selama siswa memiliki konsistensi nilai dari semester 1 hingga 5, serta memilih jurusan yang tepat di PTN, peluangnya sangat terbuka. Apalagi di bidang kesehatan, latar belakang SMK seperti Farmasi atau Keperawatan justru menjadi modal kuat saat perkuliahan nanti,” ujarnya, Kamis (02/04/2026).

”Sebagai tambahan informasi, 5 anak kami juga diterima melalui jalur yang sama untuk jurusan teknologi Informasi (Jurusan PPLG/RPL) dengan mengambil program studi informatika dan bisnis digital di kampus Negeri semarang dan pekalongan” tambah M. Dwi saptono selaku wakil kepala Bidang Kesiswaan.

Tidak hanya lolos melalui jalur prestasi akademik, 3 siswa yakni seyla, meida dan fathin juga berhasil menyandang status penerima KIP Kuliah. Dengan adanya bantuan biaya pendidikan dari pemerintah ini, ia dapat melanjutkan impiannya berkuliah di bidang kesehatan tanpa membebani kondisi ekonomi keluarga.

Dalam wawancaranya, fathin mengaku sempat ragu untuk mendaftar karena ia sadar bersaing dengan ribuan siswa SMA unggulan. Namun, ia memanfaatkan sistem portofolio nilai rapot yang menguntungkan bagi siswa yang konsisten sejak awal.

“Saya pikir anak SMK harus berani mencoba. Kuncinya adalah menjaga nilai dari kelas 10 sampai 12. Jangan sampai ada nilai yang anjlok. Selain itu, kita harus cermat memilih prodi yang tepat dengan kompetensi kejuruan kita. Saya memilih bidang kesehatan karena materi praktik di SMK sangat membantu saat ujian masuk,” cerita fathin mewakili yang lainnya .


Seorang praktisi pendidikan menilai keberhasilan siswa SMK menembus PTKIN atau PTN Kesehatan melalui jalur rapot dan KIP menandakan adanya pergeseran pola penerimaan mahasiswa. Sistem SNBP yang mengandalkan rekam jejak akademik selama tiga tahun terakhir dinilai lebih adil bagi siswa dari sekolah vokasi.

“Selama ini siswa SMK terkendala jika harus mengikuti ujian tulis berbasis saintek (sains dan teknologi) yang dominan materi SMA. Namun dengan sistem portofolio, mereka punya kesempatan yang sama. Apalagi jika mereka memiliki nilai kompetensi kejuruan yang baik dan relevan dengan prodi pilihan,” jelas seorang guru sekaligus waka Bidang Kurikulum dan praktisi pendidikan Siti Murni yang juga alumni mahasiswa jalur rapot pada zamannya.

Pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa SMK lainnya untuk tidak membatasi cita-cita mereka hanya pada dunia industri, tetapi juga untuk menjadi tenaga kesehatan profesional yang berpendidikan tinggi melalui jalur beasiswa negara.(Hn)

0 Komentar

Beri Komentar

Balasan

Archives

Categories

Lokasi Sekolah di Google maps